Pedofilia: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Arah seksual tiap orang bisa berlainan. Seandainya seorang punyai arah seksual yg tak umum atau sangat berlebihan, perihal ini bisa saja pertanda terdapatnya penyalahgunaan seksual. Suatu bentuk penyalahgunaan seksual yg paling menggelisahkan ialah pedofilia.

Apa Itu Pedofilia?
Anda mungkin berkali-kali dengar arti pedofil. Apakah yang dimaksud pedofil? Pedofil ialah istilah yg berpedoman pada individu yg alami masalah pedofilik atau alami penyakit pedofilia.

Pedofilia ialah minat seksual yg terus-terusan pada beberapa anak pra-pubertas. Pedofilia sebagai satu diantara model paraphilia, situasi dimana hasrat serta kenikmatan seksual seorang tergantung pada fantasi atau berperan pada tabiat seksual yg tak umum serta ekstrim.

Umumnya pedofil ialah satu orang pria serta bisa tertarik pada satu diantara atau ke dua model kelamin. Situasi ini baru bisa didiagnosis seandainya individu mengaku punyai situasi ini atau pada individu yg menampik tetapi memberikan bukti netral atau tanda-tanda pedofilia.

Pemicu Pedofilia
Sesuai sama model paraphilia yang lain, pemicu pedofilia susah untuk didapati dengan jelas. Beberapa bukti memberikan pedofilia datang dari keluarga, tetapi tak jelas perihal ini datang dari genetik atau cuma dari tabiat yg dipelajari saja.

Biarpun belum dibuktikan, tetapi banyak masalah memberikan jika peristiwa pelecehan seksual pada kala kanak-kanak bisa jadi satu diantara unsur mungkin yg membuat individu berubah menjadi satu orang pedofil atau punyai paraphilia model yang lain.

Biasanya individu sebagai korban atau pengamat tabiat seksual yg tak layak bakal condong cari kenikmatan lewat beberapa cara yg tak umum dengan cara sosial. Seorang rata-rata akan mengerti arah seksualnya pada waktu masuk saat pubertas.

Tidak hanya itu, beberapa riset memberikan terdapatnya keterikatan di antara pedofilia serta situasi biologis. Berikut beberapa ciri yg umum diketemukan pada orang pedofil:

Punyai badan yg lebih pendek serta condong kidal.
Punyai IQ yg lebih rendah dari populasi biasanya.
Punyai lebih dikit materi putih (circuit penghubung di otak)
Peluang menanggung derita luka kepala pada kala kanak-kanak.
Tanda-tanda serta Studi Pedofilia
Pedofilia diikuti dengan gejala-gejala. Berikut tanda-tanda pedofilia berdasar Manual Diagnostik serta Statistik Masalah Mental Edisi Ke lima (DSM-5) yg diluncurkan oleh American Psychiatric Association:

Punyai fantasi seksual yg berulang kali serta sungguh-sungguh, dan dorongan atau tabiat yg menyertakan kesibukan seksual dengan anak pra-remaja (biasanya berumur 13 tahun atau lebih muda) dalam jangka periode sedikitnya 6 bulan.
Dorongan seksual itu sudah direalisasikan serta membuat kesukaran serta penurunan nilai yg subtansial dalam sektor sosial, pekerjaan, atau sektor manfaat penting yang lain.
Berumur sedikitnya 16 tahun atau sekiranya 5 tahun lebih tua dari anak yg dijelaskan dalam point pertama (korban). Individu yg ada akhir saat remaja sebagai hubungan seks terus-terusan dengan anak umur 12 atau 13 tahun tak termasuk juga dalam category ini.
Seorang bisa disebut yaitu pedofil apabila punyai semua tanda-tanda di atas. Dokter bisa melaksanakan studi secara melaksanakan pelajari tabiat pasien secara detail untuk sadari terdapatnya beberapa gejala itu.

Kecuali menegaskan tanda-tanda yg udah dijelaskan di atas, studi masalah pedofilia dilaksanakan untuk memastikan apa individu itu dengan cara pribadi tertarik pada beberapa anak atau mungkin tidak, model kelamin yg membuat individu tertarik, atau apa dorongan seksual hanya terbatas pada inses (jalinan sedarah).

Biasanya satu orang pedofil jarang-jarang mengerti keadaannya serta berinisiatif untuk cari pemberian atas keadaannya itu. Perihal ini yg membuat pedofilia sering susah untuk didiagnosis.

Kecuali dengan interview serta pengawasan dengan cara langsung, pengusutan kejahatan sering dibutuhkan untuk cari bukti digital yang bisa menolong studi situasi ini. Satu diantara yg bisa jadi tanda untuk studi ialah pemanfaatan pornografi anak dengan cara ekstensif.

Perlakuan Pedofilia
Pedofilia bisa ditangani dengan psikoterapi serta obat-obatan. Ke dua model penyembuhan ini pula sangat mungkin untuk dikasihkan dengan cara bertepatan. Dari hasil perawatan untuk pedofilia bermacam serta biasanya perawatan dengan hasil terhebat dapat diperoleh apabila pasien melaksanakan penyembuhan dengan suka-rela.

1. Obat-obatan
Obat-obatan yg dikasihkan rata-rata kerja untuk mengedit dorongan sex, yakni secara kurangi persentase testosteron pada badan. Model obat-obatan yg mungkin dikasihkan ialah antara lain:

Medroxyprogesterone acetate
Leuprorelin
Antidepresan SSRI (selective serotonin reuptake inhibitors)
Medroxyprogesterone acetate serta Leuprorelin kerja secara hentikan kelenjar pituitari memberi signal pada testis untuk membuahkan testosteron. Hasilnya, dorongan seksual akan juga alami penurunan sebab persentase testosteron menyusut. Obat ini biasanya dikasihkan pada pria serta tak didapati efektivitasnya seandainya pedofil ialah satu orang wanita.

Sedang antidepresan SSRI dikasihkan untuk menolong mengatur dorongan serta fantasi seksual. Model obat-obatan tidak cuma kurangi dorongan seksual, namun juga dapat membuat disfungsi ereksi.

Sepanjang pemanfaatan obat, dokter bakal melaksanakan tes darah dengan cara periodik untuk sadari efektivitas obat serta dampaknya obat pada badan.

2. Psikoterapi
Perawatan dengan memakai obat tambah lebih efisien seandainya ikuti dengan psikoterapi serta kursus ketrampilan sosial. Sejumlah besar psikoterapi yg dilaksanakan untuk sebagai obat pedofila memadukan prinsip serta tehnik therapy tabiat kognitif.

Arah dari therapy ini ialah supaya pasien bisa mengetahui serta menanggulangi perilakunya dengan objektif. Beberapa mode therapy tabiat yg mungkin dilaksanakan ialah antara lain:

Aversive conditioning
Perlawanan distorsi kognitif
Membuat empati pada korban
Assertive training (kursus ketrampilan sosial, manajemen waktu, serta susunan)
Relapse prevention (mencegahan kumat)
Pengawasan (bisa dilaksanakan oleh keluarga yang bisa mengawasi tabiat pasien).
Pedofilia bisa bertahan seumur hidup serta pastinya bisa susah ditangani seandainya individu itu tidak bisa mengaku situasi yg dirasakannya itu. Kecuali mengatasi individu yg punyai masalah pedofilik, kita harus siaga serta sebisa-bisanya membuat perlindungan beberapa anak supaya tak berperan dengan satu orang pedofil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *