Cholangitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Cairan empedu diperlukan oleh aliran pencernaan serta di produksi oleh hati. Empedu akan lewat aliran empedu dari dalam hati ke kantong empedu serta dari kantong empedu ke usus. Cholangitis merupakan semacam penyakit hati yang menyerang aliran empedu. Situasi ini bisa berbentuk parah serta kritis serta bisa memicu komplikasi seandainya tak memperoleh perlakuan dengan pas.

Apa Itu Cholangitis?
Cholangitis merupakan peradangan pada aliran empedu, yakni aliran yang bawa cairan empedu dari dalam hati ke usus serta kantong empedu. Empedu sendiri adalah cairan yang di produksi oleh hati buat mendukung mengolah makanan.

Cairan empedu pun berperan buat bersihkan kotoran dari dalam hati. Seandainya aliran empedu terhambat, empedu bisa kembali ke hati. Perihal ini lantas memicu kehancuran hati serta problem yang lain. Cholangitis bisa jadi gampang serta juga bisa jadi serius serta meneror jiwa.

Untuk beberapa umumnya ada dua style cholangitis yakni chronic cholangitis (kolangitis kritis) serta acute cholangitis (kolangitis parah). Chronic cholangitis berlangsung dengan cara perlahan-lahan serta baru memberikan tanda-tanda dalam jarak waktu 5 sampai 20 tahun. Dan acute cholangitis bisa berlangsung mendadak serta memicu tanda-tanda dalam sekejap.

Yang memicu Cholangitis
Yang memicu cholangitis bermacam, kadangkala bahkan juga tak didapati. Kolangitis kritis bisa dikarenakan oleh penyakit autoimun, yakni saat skema kebal badan salah serta menyerang aliran empedu sampai memicu peradangan.

Peradangan ini lantas akan menyebabkan sisa cedera atau tumbuhnya jaringan parut pada aliran empedu yang membuat makin lebih sempit atau bahkan juga memblok aliran empedu yang lebih kecil.

Dan acute cholangitis bisa dikarenakan oleh:

Infeksi bakteri
Batu empedu
Penyumbatan aliran empedu
Kolangitis parah serta kritis bisa pula dikarenakan oleh aspek lingkungan seperti infeksi karena bakteri, virus, jamur, atau parasit, merokok, serta bahan kimia.

Aspek kemungkinan
Beragam aspek bisa tingkatkan kemungkinan satu orang terserang cholangitis. Aspek kemungkinan itu mencakup:

Style kelamin wanita. Chronic cholangitis terbanyak menyerang wanita.
Umur, paling umum berlangsung di umur 30 sampai 60 tahun.
Miliki kisah cholangitis dalam keluarga.
Miliki kisah batu empedu.
Kerjakan perjalanan ke wilayah dimana berlangsung infeksi parasit atau bakteri.
Ketahanan badan rendah serupa pada pasien HIV.
Tanda-tanda Cholangitis
Tanda-tanda cholangitis bisa berlainan berdasar pada ragamnya serta bisa pula berkembang dari sekian waktu tergantung di tingkat keparahannya. Banyak orang dengan chronic cholangitis bahkan juga tak memberikan tanda-tanda apa pun.

Tanda-tanda chronic cholangitis bisa mencakup:

Kepayahan
Mata kering
Mulut kering
Gatal pada kulit
Sakit perut di sisi kanan atas
Berkeringat pada malam hari
Pembengkakan di telapak kaki sampai pergelangan
Hiperpigmentasi
Ngilu tulang serta sendi
Ngilu otot
Kembung
Timbunan lemak di kulit pada ruang seputar mata serta kelopak mata
Timbunan lemak di siku, lutut, telapak tangan, serta telapak kaki
Feses berwarna seperti tanah liat
Buang air besar atau diare berminyak
Pergantian keadaan hati
Problem kenangan
Bila satu orang terserang acute cholangitis, tanda-tanda lain yang mungkin di alami merupakan sebagaimana berikut ini:

Demam tinggi
Mual
Muntah
Sakit punggung
Sakit dibawah tulang belikat
Kram perut disamping kanan atas
Panas dingin
Sakit di sisi tengah perut
Tekanan darah rendah
Kebingungan
Jaundice (kulit serta sisi putih mata menguning)
Tidak cuman tanda-tanda di atas, tanda-tanda cholangitis bisa pula merubah organ badan yang lain. Tanda-tanda cholangitis yang merubah anggota badan lain mencakup:

Pembengkakan hati
Pembengkakan limpa
Cholesterol tinggi
Hipertiroidisme (penurunan kesibukan kelenjar tiroid)
Osteoporosis (pengeroposan tulang)
Penelitian Cholangitis
Penelitian kolingitis mulai dengan interviu buat paham tanda-tanda yang di alami pasien, lantas disertai dengan kontrol fisik. Bila dokter curiga terdapatnya cholangitis, sejumlah kontrol akan dijalankan buat menegaskan penelitian cholangitis.

Kontrol yang kebanyakan dijalankan buat penelitian cholangitis merupakan mencakup:

1. Tes darah
Tes ini tak dengan cara bisa langsung menganalisa infeksi yang berlangsung pada aliran empedu. Tapi tes darah masih penting dijalankan buat memperoleh deskripsi yang memicu dari tanda-tanda yang dirasa pasien. Style tes darah yang dijalankan kebanyakan mencakup:

Tes bilirubin
Tingkat enzim hati
Tes peranan hati
Penghitungan sel darah putih
2. Ultrasonografi perut
Kontrol ke-2 yang mungkin dijalankan buat penelitian cholangitis merupakan ultrasonografi atau USG perut. Tes ini gunakan gelombang nada buat paham susunan sisi pada tubuh. USG rata-rata dijalankan bila dianggap ada batu empedu atau obstruksi aliran empedu.

3. Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP)
Kontrol ini dijalankan melalui langkah masukkan tabung lewat mulut serta turun ke aliran pencernaan buat raih aliran empedu. Tidak cuman buat menyaksikan situasi aliran empedu, namun bisa pula dijalankan buat mendukung hilangkan batu empedu.

Sampel cairan empedu bisa diambil lewat tes ini buat lantas di-test buat paham kehadiran bakteri serta style bakteri yang memicu infeksi.

4. Magnetic resonance cholangiopancreatography (MRCP)
MRCP merupakan tes pencitraan non-invasif yang dipakai buat menggambarkan pankreas, kandung empedu, serta aliran empedu. Gambar dari hasil tes ini mungkin bisa memamerkan terdapatnya penyumbatan pada aliran empedu.

5. Percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA)
PTCA adalah semacam tes X-ray yang dipakai buat menyaksikan aliran empedu. Mekanisme ini akan perlu anestesi. Selanjutnya jarum akan dimasukkan lewat perut serta ke hati buat memberikannya media kontras ke darah itu.

Selanjutnya rangkaian sinar-X akan diambil buat menggambarkan aliran empedu dengan media kontras yang mengalir melaluinya.

Penyembuhan Cholangitis
Chronic cholangitis serta acute cholangitis perlu perawatan yang dikit tidak serupa. Tapi kedua-duanya saling bisa mengundang komplikasi serius seandainya tak dikerjakan secara baik.

Tersebut disini perlakuan yang dijalankan buat menangani cholangitis:

1. Perlakuan cholangitis parah
Perawatan awal benar-benar diperlukan buat menghindar acute cholangitis berkembang. Dokter kemungkinan menyarankan pemakaian antibiotik saat 10 hari buat menangani infeksi bakteri. Obat-obatan yang kebanyakan dipakai merupakan antara lain:

Ciprofloxacin
Ceftriaxone
Metronidazole
Penisilin
Tidak cuman pemakaian obat antibiotik, dokter pun menyarankan mekanisme lain seperti drainase empedu.

2. Perlakuan cholangitis kritis
Chronic cholangitis tidak bisa diobati, perlakuan serta penyembuhan cuma bisa dijalankan buat menurunkan tanda-tanda. Tersebut disini langkah perlakuan chronic cholangitis yang mungkin dijalankan:

Mengurus tanda-tanda
Mengamati peranan hati
Mekanisme buat buka aliran empedu yang terhambat.
3. Perbuatan buat cholangitis parah serta kritis
Ada pun sejumlah mekanisme yang bisa dijalankan baik buat cholangitis parah ataupun kritis mencakup:

Terapis endoskopi, arahnya merupakan buat buka aliran serta tingkatkan saluran empedu.
Percutaneous terapi, terapis ini sama arahnya seperti terapis endoskopi, namun dijalankan lewat kulit.
Operasi, dijalankan buat mengangkut aliran empedu yang terhambat atau buat menempatkan stent yang bisa buka aliran empedu.
Transplantasi hati.
4. Perawatan buat menangani dampaknya cholangitis
Seperti yang dikatakan awalnya jika cholangitis bisa merubah situasi anggota badan yang lain. Tersebut disini langkah-langkah yang mungkin dijalankan buat menyelesaikannya:

Suplemen vitamin A, D, E, serta K, diperlukan lantaran cholangitis bisa merubah pencernaan serta penyerapan vitamin.
Suplemen kalsium serta vitamin D, diperlukan buat tingkatkan kepadatan serta kebolehan tulang buat menghindar osteoporosis.
Obat darah tinggi serta kontrol tekanan darah dengan teratur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *